Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Kondisi Geografis Dunia sangat jelas bisa merubah kondisi bumi seiring waktu yang terus berjalan. Perubahan iklim bukan lagi sekadar teori ini adalah realitas yang kita hadapi setiap hari. Dari suhu yang semakin panas, naiknya permukaan air laut, hingga bencana alam yang semakin sering terjadi, perubahan iklim mengubah wajah geografis dunia dengan cepat.
Bagaimana sebenarnya perubahan iklim berdampak pada kondisi geografis planet kita.
Mencairnya Es di Kutub dan Naiknya Permukaan Laut
Suhu bumi yang meningkat menyebabkan lapisan es di Kutub Utara dan Selatan mencair lebih cepat dari yang diperkirakan. Gletser di pegunungan tinggi pun semakin menipis.
Greenland kehilangan sekitar 250 miliar ton es setiap tahun, yang berkontribusi langsung pada kenaikan permukaan laut.
Perubahan Pola Cuaca dan Bencana Alam
Pemanasan global mengacaukan pola cuaca global, menyebabkan cuaca ekstrem lebih sering terjadi. Seperti yang terjadi di Filipina dan Amerika Serikat yang semakin sering mengalami badai besar.
Beberapa daerah, seperti Australia dan Afrika, mengalami kekeringan ekstrem yang mempengaruhi pertanian. Curah hujan yang tak terduga menyebabkan banjir besar di daerah yang sebelumnya tidak rawan banjir. Curah hujan ekstrem dalam satu hari di beberapa wilayah sekarang setara dengan curah hujan dalam satu bulan beberapa dekade lalu.
Pergeseran Ekosistem dan Hilangnya Keanekaragaman Hayati
Karena suhu yang berubah, banyak ekosistem tidak bisa bertahan di tempatnya saat ini dan harus beradaptasi atau punah. Seperti yang terjadi di Amazon, di mana deforestasi ditambah suhu yang lebih panas membuat hutan hujan semakin kering.
Banyak hewan dan tanaman harus berpindah ke daerah yang lebih dingin, tetapi beberapa tidak bisa beradaptasi. Misalnya, beruang kutub yang kesulitan berburu karena es mencair lebih cepat.
Kupu-kupu, burung, dan ikan sekarang ditemukan di tempat yang lebih tinggi atau lebih jauh ke utara daripada 50 tahun yang lalu.
Perubahan pada Sumber Daya Air dan Kesuburan Tanah
Perubahan curah hujan dan suhu memengaruhi persediaan air bersih dan kondisi tanah untuk pertanian. Danau Aral di Asia Tengah hampir sepenuhnya menghilang akibat perubahan iklim dan penggunaan air yang berlebihan.
Beberapa wilayah yang dulu subur kini berubah menjadi gurun, seperti di Timur Tengah dan Afrika Utara. Banyak wilayah menghadapi kekurangan air minum akibat semakin sedikitnya sumber air alami. Lebih dari 1 miliar orang saat ini hidup di daerah dengan kekurangan air yang parah.
Dampak pada Manusia Migrasi Iklim dan Kehidupan Perkotaan
Karena perubahan geografis yang terjadi, banyak orang harus meninggalkan tempat tinggal mereka. Banyak penduduk pesisir dan daerah kering terpaksa pindah ke tempat lain untuk bertahan hidup. Infrastruktur di kota-kota besar harus diperkuat untuk menghadapi banjir dan suhu ekstrem.
Kekurangan air dan tanah subur meningkatkan persaingan antar negara dan masyarakat. Diperkirakan lebih dari 200 juta orang akan menjadi “pengungsi iklim” pada tahun 2050.